Mereka adalah asing yang berkenalan di negeri yang asing dalam keadaan terasing. Masing-masing berjabatan dan mereka berjabat tangan. Bersama dalam satu perjalanan instan dengan tujuan perusahaan. Lalu duduk bersisian mengalir dalam obrolan. Detik, menit, jam, relatif hanya mereka yang merasa. Tapi lalu yang dirasa adalah nyaman.
o, mengapa tatapmu membuatku resah.
o, mengapa senyummu menebarkan panah.
o, mengapa sentuhmu menjadikanku patah.
Seorang Adam dan Hawa telah lama ada menggenapi mereka.
Masihkah juga buah pohon terlarang begitu menggiurkannya?
kiranya yang menulis adalah sang hawa...
ReplyDeletebolehkah aku bertanya padamu, wahai hawa?
kepada dirimu yang telah resah, yang telah terpanah, dan telah patah
apakah kiranya gerangan buah pohon terlarang yang kau hadapi kini??
Ah, nampaknya adam dan hawa adalah dua temanku...
^,^v
jadi bener nih din adanya.
yang terlihat, tersurat, maupun tersirat???
hihihihi...
ahaha, sudah kubilang. ini Cerpen!
ReplyDeleteromantis banget ^^
ReplyDeletehahaha, romantis memang relatif.
ReplyDeletepadahal ini tentang ketidaksetiaan loh. sungguh ironi. :)